.:: Polewali Mandar ::.

27 08 2008
KABUPATEN POLEWALI MANDAR

1.SEJARAH SINGKAT POLEWALI MANDAR

Sebelum dinamai Polewali Mandar, daerah ini bernama Kabupaten Polewali Mamasa disingkat Polmas, yang secara administratif berada dalam wilayah Privinsi Sulawesi Selatan. Setelah daerah ini dimekarkan dengan berdirinya Kabupaten Mamasa sebagai kabupaten tersendiri, maka nama Polewali Mamasa pun diganti menjadi Polewali Mandar. Nama Kabupaten ini resmi digunakan dalam proses administrasi Pemerintahan sejak tanggal 1 Januari 2006 setelah ditetapkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2005 tanggal 27 Desember 2005 tentang perubahan nama Kabupaten Polewali Mamasa menjadi Kabupaten Polewali Mandar.

Pada masa penjajahan, wilayah Kabupaten Polewali Mandar adalah bagian dari 7 wilayah pemerintahan yang dikenal dengan nama Afdeling Mandar yang meliputi empat onder afdeling, yaitu:

1. Onder Afdeling Majene beribukota Majene;

2. Onder Afdeling Mamuju beribukota Mamuju;

3. Onder Afdeling Polewali beribukota Polewali;

4. Onder Afdeling Mamasa beribukota Mamasa.

Onder Afdeling Majene, Mamuju, dan Polewali yang terletak di sepanjang garis pantai barat pulau Sulawesi mencakup 7 wilayah kerajaan (Kesatuan Hukum Adat) yang dikenal dengan nama Pitu Baqbana Binanga (Tujuh Kerajaan di Muara Sungai) meliputi:

1. Balanipa di Onder Afdeling Polewali;

2. Binuang di Onder Afdeling Polewali;

3. Sendana di Onder Afdeling Majene;

4. Banggae/Majene di Onder Afdeling Majene;

5. Pamboang di Onder Afdeling Majene;

6. Mamuju di Onder Afdeling Mamuju;

7. Tappalang di Onder Afdeling Mamuju.

Sementara Kesatuan Hukum Adat Pitu Ulunna Salu (Tujuh Kerajaan di Hulu Sungai) yang terletak di wilayah pegunungan berada di Onder Afdeling Mamasa, yang meliputi:

1. Tabulahan (Petoe Sakku);

2. Aralle (Indo Kada Nene’);

3. Mambi (Tomakaka);

4. Bambang (Subuan Adat);

5. Rantebulahan (Tometaken);

6. Matangnga (Benteng);

7. Tabang (Bumbunan Ada).

Kabupaten Polewali Mandar adalah salah satu diantara 5 (lima) Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, yang terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2004. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran ex-Daerah Swatantra (Afdeling) Mandar yang menjadi 3 kabupaten atau daerah tingkat II, yang dimekarkan berdasarkan Undang Undang Nomor 29 Tahun 1959 yaitu:

1. Kabupaten Majene, meliputi bekas Swapraja Majene, Swapraj Pamboang, dan Swapraja Cenrana (sendana);

2. kabupaten Mamuju, meliputi bekas Swapraja Mamuju dan Swapraja Tappalang;

3. Kabupaten Polewali Mamasa, yang meliputi Swapraja Balanipa dan Swapraja Binuang yang termasuk dalam Onder Afdeling Polewali dan Onder Afdeling Mamasa.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pembentukan 22 Kabupaten/Kota Baru yang terbesar di seluruh wilayah privinsi, dua diantara kabupaten/kota itu adalah Kota Palopo dan kabupaten Mamasa. Mamasa merupakan hasil pemekaran dari Daerah Tingkat II Polewali Mamasa, sehingga kedua onder afdeling Polewali dan Mamasa dimekarkan menjadi dua kabupaten terpisah: Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamasa.

1. VISI, MISI & NILAI STRATEGIS

a. Visi

“Terwujudnya Kemandirian Masyarakat Polewali Mandar Bernafaskan Ajaran Agama dan Nilai-nilai Budaya Sipamandar”.

b. Misi

Untuk mewujudkan visi Kabupaten Polewali Mandar menuju kondisi yang diharapkan, maka ditetapkan misi sebagai berikut:

1) Menjadikan ajaran agama dan nilai-nilai budaya sebagai acuan dan sumber kearifan dalam berintegrasi dengan tatanan kehidupan global;

2) Melaksanakan agenda reformasi berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas;

3) Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah yang bebas dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme;

4) Penegakan supremasi hukum dan HAM untuk tumbuh dan berkembang kualitas kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara;

5) Pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana serta memaksimalisasi sektor-sektor unggulan dalam mengembangkan perekonomian masyarakat;

6) Meningkatkan SDM dan pemberdayaan aparat dan masyarakat dalam pelaksanaan otonomi daerah yang bertumpu pada kemandirian lokal;

7) Mengaktualisasikan prinsip-prinsip kesetaraan dalam setiap bentuk kemitraan pembangunan serta menciptakan iklim yang kondusif untuk memacu kehidupan perekonomian daerah;

8) Mengembangkan Kabupaten Polewali Mandar sebagai daerah agropolitan dalam mengantisipasi pasar global.

3. LETAK GEOGRAFIS

Kabupaten Polewali Mandar secara geografis terletak antara 2o 40’ 00” 3o 32’ 00” LU dan 118o 40’ 27” 119o 32’ 27” BT dan dibatasi:

Sebelah Utara : Kabupaten Mamasa

Sebelah Timur : Kabupaten Pinrang

Sebelah Selatan : Selat Makassar

Sebelah Barat : kabupaten Majene

Luas wilayah Polewali Mandar adalah 2.022,30 km2, dan secara administrasi kepemerintahan, Polewali Mandar terbagi menjadi 15 kecamatan.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.